“Katakanlah (Muhammad kepada para sahabatmu), “Tidak ada yang kalian tunggu-tunggu bersama kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (menang atau mati syahid). Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian (para kafir) bahwa Allah akan menimpakan adzab kepadamu dari sisi-Nya, atau (adzab) melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami pun menunggu bersamamu.” (QS. At Taubah : 52)
● invasi islamisasi Persia sejatinya berawal dari saat Nabi Muhammad mengirimkan surat untuk Raja Persia ,Khusrou II tahun 627 - 628 M. surat nabi muhammad untuk khusrou ini dibawa oleh Abdullah As-sahmi.
Khusrou II yang kemudian dilaporkan merobek-robek surat dari nabi muhammad di depan Abdullah as-sahmi ini tidak langsung diserbu pasukan muslim karena nabi muhammad pada saat yang sama sedang bergerak menginvasi islamisasi wilayah Romawi Heraklius : tradisi islam menyebutnya dengan istilah Perang Mu'tah ,Tahun 628 - 629 M.
akibatnya ,invasi islamisasi persia berhenti total di zaman nabi muhammad ,karena pada tahun 630 - 632 nabi muhammad sibuk memberangus anasir-anasir pemberontak di wilayah jazirah hingga akhirnya nabi muhammad wafat tahun 632 M.
Proyek invasi islamisasi persia dilanjutkan oleh Pemimpin islam pengganti Nabi yang telah wafat ,yakni Khalifah abu bakar shidiq : ia membentuk pasukan militer dipimpin oleh mutsanna bin haritsah tahun 632 M : pasukan muslim bergerak berawal dari selatan.
menyadari keadaan pasukannya yang telah berkurang karena mendapat perlawanan dari persia selatan, Al-Mutsanna mengirimkan surat kepada khalifah Abu Bakar untuk meminta bantuan. dikirimlah jenderal "Si Pedang Allah" Khalid bin Walid yang telah menyelesaikan tugasnya membunuh Musailamah Al-Kadzdzab di Yamamah. khalifah Abu Bakar mengirimkan surat perintah kepada Si Pedang Allah ini untuk membawa pasukannya menuju Irak, guna membantu Al-Mutsanna bin Haritsah dan pasukannya.
jenderal Khalid pun berderap menuju ke Irak. Peristiwa ini terjadi pada tahun 12 Hijriyah/632 Masehi.
selain itu khalifah Abu Bakar juga memerintahkan pasukan lain di bawah komando Iyad bin Ghanam Al-Fahrawi. khalifah Abu Bakar memerintahkan agar pasukan militer islam yang ini bergerak memasuki Irak dari arah utara ,sehingga posisi sasaran ini dalam skema dikepung.
khalifah abu bakar juga memerintahkan agar, baik Khalid dan juga Iyadh, menuju ke Al-Hirah (Herat). khalifah Abu Bakar juga menjanjikan akan memberikan hadiah istimewa (perempuan) bagi mereka yang terlebih dahulu mencapai Al-Hirah (Herat : sebutan modern).
jenderal khalid bin walid berhasil memasuki kawasan Irak dan mulai menaklukkan beberapa desa yang berada di dekat sungai Eufrat. khalid bin walid sang pedang Allah ini berhasil menguasai ulaisi , Barmusa, Banqiya dan desa-desa lainnya.
berikutnya jenderal khalid bin walid pun menaklukkan kota Al-ubullah : Al-ubullah merupakan pangkalan militer (garnisun) paling kuat milik kerajaan Sassania di selatan Irak, kota yang mempunyai pelabuhan yang lazim digunakan pasukan sassania untuk penyerangan ke India, bahkan kota itu memiliki julukan “Pelabuhan India.”
Sebelum Khalid melakukan penyerangan ke kota Al-ubullah, dia mengirimkan surat kepada pemimpin kota itu. Dalam surat itu, Khalid meminta kepada sang pemimpin kota untuk masuk Islam, jika tidak maka sang pemimpin itu harus membayar pajak kepala (jizyah).
Selain itu, Sang pedang Allah ini juga memberikan ancaman jika pemimpin kota itu menolak, jenderal Khalid bin walid memberikan sinyal menakutkan ; “Jika kamu menolak permintaanku, maka jangan pernah kamu salahkan kecuali dirimu sendiri, karena kamu akan didatangi sebuah kelompok yang menyukai kematian, sebagaimana kamu mencintai kehidupan.”
(sumber al-bidayah wan nihayah ,Tarikh ibnu katsir).
dua pasukan besar bertempur memperebutkan al-ubullah dalam sebuah peristiwa yang kemudian tarikh islam menyebutnya dengan : Perang Dzatus-salasil, Perang Al-Waljah (Peristiwa al-ulaisi), Al-Hirah ,Al-Anbar dan Perang Daumatul-Jandal.
korban tewas dari kedua belah pihak dalam rangkaian perang panjang ini sangat banyak ,utamanya dari pihak persia : pasukan sassania ditangkapi dan dipenggal kepalanya secara massal di sungai "darah".
banyak wanita dan kanak-kanak persia menjadi tawanan islam dikirim ke madinah ,dibagi-bagikan kepada penduduk madinah. tentu saja setelah jatah bagi para tentara ini diberikan.
harta berupa emas ,kuda ,gajah ,permadani ,artefak-artefak bangsa persia menjadi ghonimah bagi kaum muslim ,baik di madinah ataupun yang sedang menjadi prajurit dimedan pertempuran : kaum muslim mendadak kaya-raya dalam sekejap ,bersiap melupakan dunia sebelumnya yang bahkan baju saja masih terbuat dari bulu domba.
"mendadak kaya-raya" ini bagi kaum muslim tentu saja rasanya adalah sebagai perwujudan janji Allah yang termaktub di Qs. Al-Fath (Surah Kemenangan Perang) : 18 - 22 :
~ 18. Sungguh, Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan dengan kemenangan yang dekat
~ 19. dan harta rampasan perang (Ghanimah) yang banyak yang akan mereka peroleh. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
~ 20. Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka Dia segerakan (harta rampasan) ini untukmu, dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya), dan agar menjadi bukti bagi orang-orang mukmin, dan agar Dia menunjukkan kamu ke jalan yang lurus
~ 21. dan (kemenangan-kemenangan) atas negeri-negeri yang lain yang tidak dapat kamu perkirakan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukan-Nya. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
~ 22. Dan sekiranya orang-orang yang kafir itu memerangi kamu, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah) dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.
● Dan khalifah abu bakar pun wafat tahun 634 Masehi secara mengejutkan ,konon kabarnya ia wafat karena diracun ,sebelum proyek invasi islamisasi persia mencapai target utamanya.
Penggantinya ,khalifah umar bin khottob tampil meneladani dua pemimpin sebelumnya ,melanjutkan proyek invasi islamisasi persia dan invasi islamisasi negeri-negeri tetangga ,yang pada saat itu kekuatan terbesar persia adalah kekaisaran sassania yang berhaluan zoroaster - ahura mazda.
Teks Perjanjian Damai Tahkim Daumatul jandal, Tahun 658 - 659 M. Dan Perang segitiga di dunia islam zaman sahabat nabi, abad 7 masehi. Bismillahirrohmanirrohim ini adalah perjanjian yang ditanda tangani oleh Ali bin abi thalib dan Muawiyah bin abi sufyan. tanda tangan ali bin abi thalib atas nama penduduk irak beserta semua pengikutnya juga semua orang dari kaum muslimin #dan tanda tangan muawiyah bin abi sufyan atas nama penduduk Syam beserta semua pendukungnya juga semua orang dari kaum beriman dan kaum muslim. Menetapkan bahwa kami sepakat berhukum dengan hukum Allah dan kitabnya. kami menjunjung tinggi apa yang dijunjung tinggi oleh Allah dan kami merendahkan apa yang direndahkan oleh Allah. perkara apapun yang ditemukan oleh kedua juru runding dalam kitabullah maka harus ditetapkan. dan perkara yang tidak ditemukan didalamnya maka ditetapkan melalui as-sunnah, yang adil, yang menyatukan kaum muslimin, yang tidak memecah belah. juru runding yang mengambil sumpah dalam perj...

Komentar
Posting Komentar